By chindy putriansyah

Selamat Datang Di :http://biarallahmenghukumnya.blogspot.com/
sisi di berada aku berartinya betapa mengerti dan cintaku arti menghargai dapat yang baik lebih yang seseorang mendapatkan kan ku dan...menjauh sudah pun kebahagiaanmu itulah saat, meninggalkanku pergi kau saat

Monday, July 23, 2012

utkmu.....yg di sana.........
Sempat ku bahagia bersamamu.
Sempat ku merasa sedih denganmu.
Tapi kenapa aku harus bahagia.
Menari di atas duka tak berujung.

Lelah hatiku.
Hadapi kesombonganmu.
Ijinkan hari ini.
Akhiri duka tinggalkan semuanya.

meski tlah ku coba.
Pahami perbedaan itu.
Sudah jelas kita tak sejalan.

Ku'akui drimu tlah lama di hatiku.
Sudah bnyk rahasiah hdupku ku'ungkap.
Tapi prcuma tak bisa buatmu dewasa.
Akhirnya aku jenuh dgn semua ini.

Biarkan semuanya berlalu.
Kau tercipta bukan untukku.
Kau hanya sebuah mimpiku yg pernah nyata.
Lalu hilang tinggalkan kenangan.
Selamat tinggal duka.
Selamat datang kenangan.
Aku Memaafkanmu

Kau yg slalu temani ku,
stiap hari kau ucapkan kata cinta padaku,
hatiku telah terjaring akan cintamu,
hari demi hari ku lewati denganmu,
ku percayakan hatiku padamu,
tapi mengapa engkau dengan polosnya mengkhianatiku,
hatiku terasa terpecah belah,
tak dapat kutahan air yg mengucur deras ke pipiku,
sakit, memang sakit yg kurasakan,
tapi karena rasa cntaku,
rasa yg tak dapat digambarkan oleh kata-kata,
aku dengan ikhlas memaafkanmu,
WALAU JARAK KITA TERPISAH JAUH,,

Bismillahirrahmanirrahim..

Jika Hatimu merindukan seseorang...
Pejamkan Matamu dan Katakan...

Yaa Allah...
Aku merindukannya kerana_Mu Ya Allah..
Jauhkanlah aku dari perkara yang bisa membuat aku lupa kepada_Mu..
Aku semakin mengerti bahwa jarak ini bukan untuk menghukumku..

Tapi Jarak ini untuk Menjaga aku dan dia..

- Dengan ‘jarak’ ini..Aku dan dia berjanji untuk berubah menjadi lebih baik..

- Dengan jarak ini..Aku dan dia berjanji untuk Memperbaiki cinta kepada Ilahi..

- Dengan jarak ini..Aku dan dia berjanji untuk Mencintai Pencipta kami lebih dari segalanya..

- Dengan jarak ini..Aku dan dia berjanji untuk Mendalami ajaran Islam...

- Dan dengan jarak ini juga..Aku dan dia yakin andai tiba saatnya nanti..Aku dan dia akan lebih siap untuk melayari semua ini dengan jalan yang diridhai..

Syukur Ya Allah...
Kerana memberi peluang kepadaku melalui jalan_Mu ini..

Syukur Yaa Rabbi..
kerana memberikan jarak itu kepada aku dan dia..

Ya Allah ....
Sekiranya dia baik untuk dunia dan akhiratku,maka dekatkanlah dan satukanlah aku dengannya....tapi sekiranya dia buruk untuk dunia dan akhiratku...maka jauhkanlah aku darinya ...Aamiin..

Thursday, July 19, 2012

diary ............
hari ni hati ku pilu.......tiada tawa...tiada senyum kepalsuan........ku tak dapat menetupi kesedihanku
diary.........
dia tlah berpulang sebelum di dengarnya kata maaf dariku...........sebelum ku memberikan maaf utknya
diary...............
ku harus gimana ........hatiku menjerit ....bibir ku kelu saat membaca inbok............
diary.............
dia pergi tanpa ada seseorang yang di sayanginya..........dia pergi sebelum melihat wajah terakhirku..........
diary..........
lebaran nanti yg ku temuai hanya batu nisannya...

Tuesday, July 17, 2012

Nasehat Kubur....

1). Aku adalah tempat paling gelap.Maka terangilah aku dengan tahajud,.

2). Aku adalah tempat yang paling sempit.Maka luaskanlah aku dengan bersilaturrohim,.

3). Aku adalah tempat yang paling sepi.Maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca Al-Qur'an,.

4). Aku adalah tempatnya binatang-binatang yang menjijikan.Maka racunilah ia dengan Amal Sedekah,.

5). Aku adalah tempat Munkar & Nakir bertanya.Maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimat. .. "La ilaha illallah muhammadur rasulullah..

Saturday, July 14, 2012

 Kisah Sebatang Pohon (Renungan)
Kisah Sebatang Pohon (Renungan)
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.
“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.
“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu. “Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”
Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang, tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”
Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
“Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel.
“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?”
“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih lagi.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.
“Ayo bermain-main lagi denganku,” kata pohon apel.
“Aku sedih,” kata anak lelaki itu. “Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”
“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
“Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.”
“Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel.
“Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki. “Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”
“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring dipelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.
Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.
Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.
Cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya, dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

"penghainat"

kau datang di saat ku membutuh kan
kau hadir di saat ku lagi gamang
kau tabur kan benih2 cinta cintaku
kau ucapkan janji janji indah untukku

ku terlena dengan rayuan manismu
ku terbuai oleh kasih sayangmu
tanpa ku sadari kau membuatku kecewa
tanpa ku pahami kau mendua kan cinta

mana janji manis mu dulu
kemana perginya keindahan itu
kau penghianat cinta
kau mengoreskan luka melebihi dia

ku terluka oleh kebohonganmu
ku tersiksa karna cintaku padamu
ingin ku lepaskan tapi ku tak mampu
ingin menjerit karna rasa sakit di hatiku

menanggispun takkan memulangkan waktu
menyesal pun semua tlah terjadi
berandai andai pun tiada gunanya
kau penghianat cinta

terinspirasi dari shabat FB ...............jgn galau pake As AJ HAHAHAHAHAHA